Tuesday, October 14, 2008

September roundup part 1

Bulan September ini adalah bulan yang penuh dengan peristiwa bagi keluarga kami.

Demam berdarah
Bulan ini diawali dengan Jonathan yang terkena penyakit demam berdarah. Awalnya dia hanya demam biasa, tapi kemudian suhu badannya meningkat tinggi sampai 39.5 Celsius. Jadi pada hari ketiga kami lakukan pemeriksaan darah di Prodia Cibubur. Nah, tau kan yang namanya anak kecil itu nggak bisa diam dan takut dengan jarum. Jadi, selama diambil darahnya oleh petugas Prodia, Jonathan terus meronta-ronta dan menangis kencang. Perlu 3 orang untuk menahan rontaan Jonathan. Setelah itu, dia kalau lihat petugas dengan seragam Prodia langsung lari minta gendong ke mamanya.

Sore harinya, Jonathan diperiksa lagi darahnya di laboratorium RS Permata Cibubur, sebagai analisa pembanding sebelum konsultasi dengan dokter anak. Berbeda dengan di Prodia yang mengambil darah melalui lengan, di RS Permata ini darah Jonathan diambil melalui ujung jari. Jadi, meskipun terasa sakit, Jonathan tidak meronta seperti di Prodia. Dia hanya menangis.

Hasil dari lab dan menurut pemeriksaan dokter, disimpulkan bahwa Jonathan terserang penyakit demam berdarah. Dan karena dia susah untuk makan dan minum di rumah, maka dia harus dirawat di rumah sakit untuk menjaga jumlah cairan yang masuk ke dalam tubuhnya.

Alhasil malam itu juga Jonathan langsung dirawat di rumah sakit. Nah, sebelum masuk ke kamar, dia kan harus diinfus dulu. Ternyata susah juga mencari pembuluh darah yang cukup panjang buat jarum infusnya. Jururawat ruang IGD harus mencoba di tiga tempat (baca: Jonathan 3 x ditusuk tangannya) sebelum menemukan tempat yang cocok buat infus.

Alhasil, kami suami-istri harus menemani Jonathan di RS selama 5 hari. Si Arthur terpaksa tinggal di rumah dulu dengan babysitternya.

Puji Tuhan setelah 5 hari Jonathan dinyatakan sembuh oleh Dokter dan boleh pulang.

Friday, August 29, 2008

Arthur Theodorus Lasanudin

God is good! Again I said: God is Good!
Hari ini Tuhan Yesus telah menganugerahkan keluarga kami dengan satu anggota baru: Arthur Theodorus Lasanudin. Lahir pada hari Jumat, 29 Agustus 2008 jam 11.46 siang di Rumah Sakit Permata Cibubur. Pada awalnya, perkiraan waktu kelahiran Arthur adalah pada hari Kamis, 28 Agustus. Tapi rupanya Arthur memutuskan untuk menunda waktu kedatangannya satu hari. Ini fotonya sesaat setelah dilahirkan:































Sebenarnya hari ini tidak ada rencana untuk lahiran. Dr. Suci mengatakan pada saat kontrol hari Kamis kemarin mengatakan bahwa ada kemungkinan tertunda, paling lambat hari Sabtu. Detak jantung bayi bagus dan kontraksi sudah mulai ada. Jadi, saat tadi pagi Nathalia berkata bahwa dia merasa perutnya sangat kencang, dengan kontraksi yang cukup kuat dan sering, maka kami memutuskan untuk pergi kontrol ke RS.

Ternyata saat diperiksa, sudah sampai bukaan dua. Bahkan saat selesai diCTG, sudah bukaan tiga. Jadi, langsung diminta untuk cari kamar buat persalinan. Jam 09.05 Nathalia masuk kamar buat tunggu waktu persalinan, Jam 10.45 sudah bukaan 6 dan dibawa masuk ke ruang bersalin, jam 11.15 sudah bukaan 8 dan jam 11.46 Arthur lahir.

Arti dari nama Arthur Theodorus itu sendiri adalah:
Arthur = diambil dari raja Arthur
Theodorus = karunia dari Tuhan.

Tuesday, July 15, 2008

Perpustakaan

We now have a 'new' cozy library at our home. It contains most of my books, and our PCs.
Jonathan is very happy with this room. He can spend hours playing in there, or to annoy his father by pulling out all the books from their shelves.

Last night we made little room arrangement, and put pillows all over the floor for him. He's very happy, and spend half of the night sleeping in there.




















A+

Tuesday, July 08, 2008

Busy Day

Whew! Hari ini merupakan hari yang sibuk. Soalnya, seharian penuh saya harus mempersiapkan mid-year consolidation package buat kantor. Maklum, sekarang sudah bulan Juli dan biasanya perusahaan-perusahaan multinasional harus melaporkan kegiatan semester pertama mereka ke Bapepam negara masing-masing.

Jadi, sudah 6 jam saya melototin komputer, preparing and submitting the consolidation pack. Akhirnya selesai juga.... tapi sudah jam 4 sore nih. Sebentar lagi mau pulang. Well, kalau dikejar deadline begini, biasanya tensi suka naik, apalagi kalau sering diinterupt sama staff atau atasan. Maaf-maaf aja kalo jawaban yang diberikan itu pendek-pendek. However, after all is finished, jadi nyesel juga kalo jawaban-jawaban tadi rada ketus. Jadi, I made my apologize to everybody in the office.

Now as I'm preparing to go home to meet my beatiful wife and son, I want to close this day with a brief posting in our blog with a beautiful hymn:


If I have wounded some poor soul today,
If I have caused one foot to go astray,

If I have walked in my own willful way,

Dear Lord, forgive.


If I have uttered idle words in vain,
If I have turned aside from want or pain,

Lest I offend some other through the strain,

Dear Lord, forgive.


Forgive these sins I have confessed to Thee,
Forgive the secret sins I do not see,

Guide me, love me and my keeper be,

Dear Lord, forgive...


An Evening Prayer
Words & Music:
C. Maude Bat­ters­by, ar­ranged by Charles H. Gabriel, 1911.
Translated into Bahasa Indonesia as "Tuhanku bila hati kawanku, KJ-467", by E.L. Pohan Shn.

Sunday, June 15, 2008

Kamera ponsel


Telepon selular telah menjadi gaya hidup masyarakat sekarang ini. Pendapat bahwa ponsel adalah milik orang-orang kaya sudah tidak berlaku lagi. Segala lapisan masyarakat kini dapat memiliki ponsel mereka masing-masing. Hal ini juga ditunjang dengan membanjirnya berbagai merek dan jenis ponsel. Mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling canggih. Semuanya tersedia. Anda tinggal memilih yang paling sesuai dengan keperluan anda.

Yang patut disayangkan, meskipun terdapat berbagai jenis ponsel, dengan beragam fiturnya, banyak orang yang jarang atau bahkan tidak pernah memanfaatkan semua fitur yang terdapat dalam ponselnya. Untuk kali ini saya akan membahas fitur yang ada pada hampir semua ponsel yang beredar di pasaran saat ini: Kamera.

Biasanya orang memanfaatkan kamera ponsel untuk memotret keluarga, teman-teman, atau obyek yang menarik hati mereka. Itu saja. Padahal, sebenarnya banyak sekali kegunaan lain dari kamera ponsel, selain memotret orang-orang di sekitar kita. Diantaranya:

  • Memotret lokasi parkir mobil kita. Ini sangat berguna, khususnya bagi saya, apalagi kalau parkir di tempat yang jarang dikunjungi atau memiliki tempat parkir yang luas: airport, Taman Anggrek, Mal Artha Gading, dll. Potret beberapa point of reference, supaya kita gampang mencari mobil kita saat pulang
  • Memotret label harga di supermarket. Gunakan sebagai perbandingan harga dengan supermarket lain. Atau, jika terjadi perbedaan antara harga di rak dan di kasir, kita bisa menunjukkan foto harga barang tersebut. It can save a few minutes of time.
  • Bagi para suami yang sering diminta istri untuk berbelanja barang, potretlah barang yang harus dibeli sebelum meninggalkan rumah. Jadi, anda-anda dapat membeli barang yang sama persis seperti yang diinginkan istri. (ini BUKAN pengalaman pribadi. hehehehe...)
  • Suka bongkar-pasang alat elektronik, atau mobil? Potret dulu kondisi sebelum dibongkar. Potret juga posisi baut-baut, kabel, dsb. Buat potret step by step proses pembongkaran. Dengan demikian, anda dapat memasang semuanya kembali nanti.
  • (ini cocok buat saya): Kalau ke toko buku dan ketemu buku yang bagus, potret sampulnya, sekaligus harganya. Nanti, kita dapat browsing di internet untuk membandingkan harga buku tersebut.
  • Buat orang tua yang sering mengantar anak ke sekolah: Potretlah pengumuman-pengumuman yang ada di papan pengumuman sekolah. Dengan demikian tidak perlu bersusah-payah untuk menyalin semuanya. Trik yang sama dapat dipergunakan bila melihat pengumuman tender di pabrik, atau untuk memotret proses pengurusan SIM dan STNK. Bisa juga dipakai untuk memotret hasil rapat di whiteboard sebelum dihapus.
  • Bila mobil anda mengalami kecelakaan atau disenggol kendaraan lain, potret saja kerusakan yang terjadi. Kalau perlu potret juga nomor polisi kendaraan yang menabrak/ menyenggol anda. Jadi urusan dengan asuransi menjadi ringan.
  • Kalau anda sering menyewa mobil (rental), potret mobil rental tersebut saat menerima dan mengembalikan rental. Dengan demikian anda memiliki bukti bahwa kondisi kendaraan tersebut sama dan tidak ada kerusakan.
  • Kamera juga dapat dipergunakan sebagai pengganti scanner pada kondisi tertentu. Atau bahkan fotokopian. Don't forget to use macro mode.
  • de el el....

Banyak banget kan kegunaan kamera ponsel. Mungkin anda punya ide lain? Please let me know...

A+

Main di Pondok Indah Mall















Jonathan di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall.

Awalnya, kami hanya mau keliling-keliling kompleks dengan Jonathan karena dia sudah seharian di rumah. Tapi, setelah puas keliling Legenda Wisata, kami keliling Kota Wisata. Trus, nekad nyobain jalan tembus utara Kota Wisata yang katanya akan tembus ke Tol JORR Jatiasih.
Ya sudah, kami nyobain jalan tersebut dan benar, tembus tol Jatiasih.

Jalan tembus tersebut cukup representatif. Awalnya cukup lebar, muat dua bus kota. Tapi kemudian semakin sempit dan bergelombang. Bahkan di beberapa badan jalan rusak cukup parah. Tapi boleh lah sebagai jalur alternatif kalau kepepet.

Nah, setelah masuk JORR, kan sayang kalau udah bayar 6 ribu cuman buat pulang ke Cibubur. Jadi, kami putuskan untuk lanjut aja ke Pondoh Indah Mall. Kami benar-benar nggak ada persiapan. Nggak bawa baju, celana, dan popok buat Jonathan, dan yang lebih penting, nggak bawa kereta dorong buat dia. Ya sudah, karena sudah menuju ke PIM, yang pertama kami lalukan setiba di sana adalah pergi ke Hero di PIM 1 buat beli popok. Eh, lagi belanja popok si Jonathan tiba-tiba pipisss, serrrrrrr..... hihihihihi.... banjir deh Hero nya. Ya udah, langsung aja kita bayar popoknya plus satu pak celana ganti.


Setelah ganti popok dan celana, kami semua pergi ke... WENDY's! Soalnya, Lia udah lama pengen makan baked potato cheese'n cheese. Setelah itu kita pergi ke Gramedia bagian buku anak, supaya Jonathan familiar dengan buku. Siapa tau dia jadi kutu buku seperti bapaknya, kan?

ini fotonya:














Well, dia senang banget di sana. Dia ambil buku-buku di rak, dibukain satu persatu, dilihatin, dibuang (!), ambil buku yang lain, dibuang lagi (!!), dst.... yang repot mama-papanya yang harus mungutin buku-buku itu dan rapikan lagi.

Pas mau pulang, singgah sebentar di depan ACE Hardware karena Jonathan mau main seluncuran. Tapi nggak lama, karena kelihatannya dia sudah capek.




















Pelajaran yang didapat:
Selalu sedia 1. Kereta dorong anak, 2. baju dan celana ganti, 3. Popok ganti. Juga jangan lupa sediakan baju 1 potong untuk masing-masing orang tua.


A+

Tuesday, June 10, 2008

Burning Midnight Oil

Istriku Nathalia sudah beberapa hari ini kerja sampai larut malam, bahkan sampai pagi. Kerjanya di rumah sih, bukan di kantor. Dia kan guru TK, jadi kalau udah bulan Juni pasti sibuk deh nyiapin rapor buat murid-muridnya.

Ternyata, jadi guru itu nggak gampang. Yang namanya menulis rapor itu tidak sesederhana menuliskan hasil evaluasi murid selama satu semester, tapi ada step-step yang bukan main banyaknya sebelum hasil evaluasi itu boleh ditulis di rapor. Apalagi tugas guru kelas nggak cuma itu. dia juga harus mengumpulkan dan menyusun hasil kerja/ karya masing-masing anak didik untuk diserahkan ke orang tua. Jadi harus menempel, menggunting, merapikan, dsb. And the amazing thing is she can do all that and finish on time. Memang super istri gue ini.

Memang sih dia harus bangun sampai tengah malam, bahkan sapai pagi, atau tidur dulu trus bangun jam tiga pagi untuk kerja lagi. tapi Lia mampu menjalankan semuanya itu. Hebat!

Well dear, I'm glad that these will soon over. Just remember, keep healthy and get enough rest. I love you honey.

A+

Ada yang jadi Sarjana!!!!




















Hari Senin 9/06 kemarin, Pamela lulus dalam menghadapi sidang skripsi di FISIP UI, jurusan Administrasi Niaga. Jadi, ada satu orang lagi sarjana baru di keluarga! Selamat ya Pam! We are so proud of you! Praise the LORD!

So, kapan makan-makannya? trus, kapan wisudanya? trus, kapan makan-makan lagi setelah wisuda?


A+

Oma Datang dari Tondano

Pada tanggal 25 Mei yang lalu, Oma Lien datang dari Tondano, ditemani oleh om Youpie. Mereka datang untuk menjenguk Mami yang saat itu sedang menderita sakit perut akibat efek samping dari kemoterapi yang dijalani. Alvin menjemput mereka di Bandara Soekarno-Hatta bersama dengan Yudha. Lalu, kita langsung ke RSPP untuk menjenguk mami.

Begitu bertemu dengan Oma, Mami langsung kelihatan sehat. Matanya berseri-seri dan tersenyum terus. Kayaknya sakit perutnya langsung berkurang jauh. Iya lah... semua orang juga begitu kalau bertemu dengan orang tua...

Tapi, oma nggak lama di Jakarta. Hari Sabtu kemarin (7/6/08) Oma dan om Youpie pulang kembali ke Tondano...

Kunjungannnya singkat, tapi membawa kegembiraan untuk kita semua yang ada di Jakarta.

















Oma dan Om Youpie langsung mengunjungi Mami di Rumah Sakit. Lihat, mami langsung senyum lebar.... :)
















Setelah mami cukup sehat dan keluar dari Rumah Sakit, kami semua berkunjung ke makamnya Papi di Kampung Kandang. Sayang saat itu Joshua, Leo, Desi dan Marsha tidak ikut.

















Jonathan bermain bunga tabur di makamnya Papi. Kapan lagi, berantakin bunga tabur tidak dimarahi? Lihat tampangnya, senang banget!


A+

Jonathan Dibaptis - 18 Mei 2008

Pada tanggal 18 Mei yang lalu, Jonathan akhirnya dibaptis di GPIB Maranatha, Jakarta. Yang melayani baptisan adalah ibu Pendeta Ida Anni Lontoh, S.Th. Yang menjadi saksi adalah om Utu dan Tante Pamela. Masing-masing mewakili keluarganya Alvin dan Lia.

Setelah ibadah baptisan kudus, dilanjutkan dengan ibadah pengucapan syukur di Pos Pelayanan Sunter. Dibikin di sana mengingat jumlah undangan yang cukup banyak sehingga membutuhkan ruangan yang luas. Lagipula, kami memakai catering. Jadi, nggak terlalu repot untuk mempersiapkan acaranya.

Kalau baru sekarang diposting, itu karena foto-foto baptisannya ada di kamera Utu. Baru hari Minggu kemarin di transfer ke laptop saya.















Jonathan Dibaptis oleh Pdt. Ida.
















Tau nggak, dia sama sekali tidak menangis saat itu. Pengertian banget deh. Malah tangan ibu Pendeta sempat dipegang waktu diberkati.
















Kedua Saksi: Utu dan Pamela. Tugas saksi: membimbing anak baptis untuk mengenal Tuhan Yesus Kristus, dan memberi HADIAH saat anak tersebut berulang tahun (hehehehe....)













Keluarga besar Lasanudin - Geerards: dari Kiri ke kanan:
Don, Opa Coco, Oma Grace, Jonathan, Om Utu, Oma Mami, Leo, Papa Alvin, Ibu Pendeta Ida, Mama Nathalia, Joshua, Tante Pamela, Tante Desi, Om Kiki.


A+

Friday, June 06, 2008

Old Family Photo

Lookie...lookiee... what I have found..

1. Me and Utu, picture while we are 3-5 years old. The background is the mum's old Honda Civic. I can still remember its license number: B2225 FH.


and this, my wife's picture while she was still a baby:

she was sooooo cute!

Thursday, June 05, 2008

Pictures..

"... a picture paints a thousand words...."
Here's several of them. It means that I have written several books....




Our Family


Saat Utu Diwisuda



Jonathan various poses...



Dengan Opa Coco..



Papi dan Mami



Papa dan Mama


Pamela and Friends




Franky, Desi, Joshua and Leo



Yang lain menyusul...

A+

Wednesday, January 16, 2008

Good News to Start the New Year

Naahhh..... sudah lama juga nggak ngeblog. Alasannya juga masih sama: Nggak punya spare time buat ngisi blog. Maklum, sibuk berat!
Jadi, mumpung sekarang sudah tahun baru, sekarang mau mulai blogging lagi. Dimulai dengan berita paling gress saat ini:

Kemarin Nathalia ketahuan kalau sudah hamil lagi ....!!!!! (heheheheh...)
Memang dia sudah mengeluh kalau nggak enak badan sejak hari Minggu (13/10) kemarin. Keluhannya standar: pusing dan nggak enak makan. Awalnya sih aku pikir hanya karena masuk angin dan capek. Maklum, hari itu ada rapat panitia acara pernikahannya Utu dan Marsha. Jadi, kami semua memang cukup sibuk membereskan rumah mami untuk acara tersebut. Kita pikir Lia cuman kecapekan aja.

BUT...

Hari - hari selanjutnya dia tetap pusing, mual dan sakit perut. Nah... kami mulai curiga deh kalo ada apa-apanya....
Hari Selasa malam, kami beli test pack di apotik dekat rumah, buat dipake test besok paginya. Eh, waktu Rabu paginya si Lia lupa. Dia pergi ke toilet langsung aja buang air.
Ya sudah, kami pikir test nya hari Kamis aja. Toh nggak buru buru. Tapi ternyata di sekolah, Lia nggak tahan lagi sama mual dan pusingnya. Dia mau minum obat, tapi takut kalo beneran hamil. Alhasil dia pulang sebentar ke rumah (itu untungnya kalo rumah dekat dengan tempat kerja) and do the test. The result.... POSITIVE!!! Alamak, it's a big, great and joyful surprise for all of us.

To make sure, kami lakukan test sekali lagi, di laboratorium Prodia Cibubur. Hasilnya memang positif hamil. Langsung aja kita kabarin ke Mami, Mama & Papa, Kiki & Desi, Utu & Marsha, Pamela, de el el..

Kutipan Reaksi mereka:
Mami : "Puji syukur..."
Mama: "Hihihihi Asyik!"
Papa: (Ke orang2 di kantorya dia) "Hei, Aku mau punya cucu lagi!!!"
Pamela: "Beneran Li? Bercanda loh?!?!"

Anyway, today we want to visit dr. Suci again this afternoon to do the first pregrancy control.
So, please pray for us, specifically for Nathalia and the baby, so that both mother and child are in good health always...

A+

Monday, May 14, 2007

Our Second Anniversary



Tidak terasa, sudah dua tahun kami hidup sebagai satu keluarga. Tidak pernah dibayangkan sebelumnya, bahwa aku akan menikah dengan Lia, lalu kami akan memperoleh seorang anak yang tampan dan lucu.

Banyak suka-duka yang kami hadapi sebagai keluarga, mulai dari saling menyesuaikan diri di antara kami berdua, belajar untuk semakin mengenal pasangan, berusaha untuk mengatur kehidupan secara bersama, dan lain sebagainya.

Ada hal yang istimewa pada tahun kedua pernikahan kami. Ya, pada tahun kedua ini, kami tidak lagi berdua merayakannya. Tahun ini kami merayakannya bertiga. Ya, Tuhan Yesus memberikan hadiah yang sangat istimewa bagi kami. Dia memberikan seorang anak kepada kami. Dia mempercayakan kami untuk mendidik dan membesarkan Jonathan untuk menjadi anak sehat, pintar dan yang terutama, takut dan cinta akan Tuhan Yesus.

It's a big task. Nothing come close to it. And, since we cannot do it with our own power, we trust in a bigger power to raise this child. We believe that God himself will raise this child according to His own will. All we need is to do our best, and He will do the rest.

Sekarang, memasuki tahun ketiga pernikahan, kami masih mempunyai banyak cita-cita. Masih banyak impian yang harus diraih, dan masih banyak pula tantangan dan rintangan yang harus diatasi. Namun kami percaya, kalau Tuhan telah memimpin kami melewati dua tahun pertama pernikahan kami, maka Dia juga akan memimpin dan menyertai kami dalam tahun-tahun yang akan datang.


Stay tuned for a series of our wedding pictures.

A+

Monday, April 16, 2007

Book Collection

Semua orang memiliki hobi masing-masing. Ada yang hobinya berenang, ada yang hobinya memasak, ada yang hobinya nonton film, ada juga yang hobinya tidur.
Kalau aku, hobiku adalah membaca dan mengoleksi buku.

Sehabis bikin postingan 'Belajar Membaca', aku iseng membuka database buku. Ternyata, sejak tahun 1993, aku sudah mengoleksi 522 judul buku. Itupun cuma buku-buku yang berbahasa Inggris saja, nggak termasuk buku-buku terjemahan Indonesia, yang sudah dua lemari banyaknya. Jadi, kalo di rata-rata, setiap tahun aku beli 37 judul buku, atau 3 judul setiap bulannya. Kata orang-orang aku sudah addicted dengan buku. Tapi menurutku nggak juga kok. Aku tahu kapan waktu untuk kerja, kapan waktu untuk istirahat dan kapan waktu untuk baca buku.

Sampai sekarang aku masih koleksi buku. Kalo ada tugas ke Singapore, pasti kalo pulang setengah isi koper adalah buku.

Anyway, sejak menikah, kegiatan membaca buku agak berkurang, karena waktunya tersita untuk istri dan anak. Saat bermain dengan anak itu lebih seru daripada baca buku (setidaknya selama dia masih balita). Tapi, nanti aku harus baca buku di depan Jonathan supaya dia juga tertarik untuk baca buku. Anyway, buku-buku yang aku koleksi ini kan akhirnya buat Jonathan juga.

Kalo aku gendong dia, aku suka bawa dia ke ruangan buku, trus tunjukin dia akan buku-buku yang ada. Ambil beberapa buku, tujukin cover yang berwarna-warni, ambil komik-komik yang ada, buka di lantai, biarin dia lihat gambar-gambar yang ada, dsb. Dan Jonathan sangat senang kalo dibawa ke ruang buku. Dia selalu memperhatikan buku-buku tersebut dan kadang-kadang dia mau pegang buku-buku itu.

Someday, I will make a small library to put all my collections and to create comfortable place for my children to read. Mungkin nanti kalo rumah kami agak besar, akan ada satu ruangan khusus untuk membaca dan komputer. For now, it will have to wait.

A+

Belajar Membaca


Kata mami/papi, waktu kecil aku sudah bisa membaca pada umur 4 tahun. Yang rajin ngajarin membaca adalah papi (katanya lho, aku sih udah nggak ingat). Nah sekarang kan aku sudah punya anak, si Jonathan. Jadi sekarang giliranku untuk ngajarin dia membaca. But HOW??? He's only six months old!?!?

Well, waktu aku main ke Gramedia (main kok ke Gramedia? ke Dufan gitu lho!), aku dapetin metode membaca untuk balita. Bentuknya seperti karton persegi panjang, isinya 100 buah, masing-masing lembaran ada tulisannya.

Tulisan-tulisan ini yang dibacakan ke anak kita, semakin hari semakin banyak. Misalnya hari 1: 5 lembar, hari kedua: 5 lembar hari 1 + 5 lembaran baru, hari ketiga: 10 lembar yang kemarin + 5 lembaran baru, hari keempat: ulangi 15 kata dari hari 1-3, dst.

Tujuannya adalah untuk memperbanyak kosa-kata anak dan membuat dia familiar dengan kata-kata dan huruf-huruf tersebut. Dia tidak perlu mengerti, tapi diharapkan kata-kata tersebut akan diingat terus.

Nah, aku beli metode ini buat Jonathan, dan langsung dipraktekkan. Dia tertarik banget dan selalu pay attention kalo dibacain kata-kata tersebut. Semoga metode ini berhasil dan dia akan bisa baca sebelum umur 3 tahun.

A+

Eazy Clutch

Pernah merasa kesal kalo terjebak kemacetan lalu-lintas?
Pernah merasa kaki kirinya pegal injak kopling terus?
Ingin kanvas kopling dan rem lebih awet?

Aku pernah mengalami semuanya itu.

Sejak menikah, kita tinggal di daerah Legenda Wisata Cibubur. Dulunya sih kalo pergi dan pulang kantor nggak ada masalah. Macet paling-paling 10-menitan, lalu lancarrrrr...

Tapi itu dulu..

Sekarang, jalur Transyogi Cibubur itu macet..cet..cet..!!! Nggak pagi, nggak siang, nggak sore, nggak malam... macet teruuusss... !!!

Efek sampingnya, lutut kiri mulai terasa nyeri kalo sering injak kopling. Jadi, kita pengen ganti mobil aja, sama mobil dengan transmisi otomatis. Misalnya Nissan Livina... Tapi, hitung-hitung, duitnya masih kurang. Jadi cari alternatif kedua deh.

Kebetulan, aku ingat kalo dulu ada teman yang pake Eazy Clutch di mobilnya. Dengan alat itu, transmisi manual di kendaraan kita dilengkapi dengan unit komputer dan diubah ke sistem triptronic.

Nah, langsung aja aku googling nomor telpon Eazy Clutch. Begitu ketemu, langsung kontak sama koh Daniel (yang punya), test drive, lalu hari Sabtu kemarin langsung dipasang di mobilku.

Ternyata enak banget pake Eazy Clutch. Kaki kiri jadi santai dan yang penting, gak stress lagi kalo macet di jalan saat pergi dan pulang kantor.


Trus, bagaimana sih cara kerja Eazy Clutch?
Gampang, pada dasarnya, transmisi manual mobil kita akan dipasangi peralatanEazy Clutch, termasuk perangkat komputer yang akan mengatur pelepasan kopling sesuai dengan persneling yang kita masukkan.

Nah, kepala persneling mobil kita akan diganti dengan knob dari eazyclutch, yang ada tombolnya. Kalo kita mau shift ke persneling satu, pencet tombol trus dorong persneling ke posisi 1 dan di gas. kalo mau pindah ke gigi dua, tinggal pencet tombol lagi dan shift ke gigi 2, dst.

Jadi, Eazy Clutch itu bukan seperti transmisi otomatis di mobil-mobil A/T, dimana persneling akan pindah sendiri sesuai dengan kecepatan mobil, tapi lebih seperti transmisi tiptronic, dimana kita masih harus memindahkan persneling secara manual.

Nah, mobilku sudah dipasang Eazy Clutch. Tapi untuk seminggu ini, setting Eazy Clutch-nya masih mode soft. Artinya, ada jeda antara saat gas diinjak dengan tarikan pada mobil. Hal ini karena kabel kopling Eazy Clutchnya masih akan memuai selama 1-2 minggu kedepan karena masih baru. Kalo sudah tidak memuai lagi, Eazy Clutchnya akan diset ke posisi normal, supaya tarikan mobil lebih responsif.

Stay tuned for update.
A+

Jonathan Demam

Update blog buat kejadian bulan Maret dan April 2007:

1. Jonathan sakit demam. Kejadiannya tanggal 25 Maret yang lalu, dua hari setelah imunisasi.
Awalnya Jonathan hanya batuk-pilek, mungkin terjangkit mamanya. Trus karena gak sembuh-sembuh, kita bawa ke dr. M. Syarif di RS Permata Cibubur. kata dokter, mungkin dia kena alergi... bisa dari lingkungan sekitar atau dari makanan. Nah, subuhnya sekitar jam 3, Lia bangunin aku, bilang Jonathan rewel, nggak mau tidur. Ternyata setelah diraba, badannya panas. Setelah diukur, panasnya 39.9 C. Paniklah kita....

Langsung si Jonathan di kompres air hangat, trus dikasih Tempra. Memang obat ini manjur banget. Nggak sampai setengah jam, demamnya turun ke 37.5 C. tapi, kita tetap nggak bisa tidur sampai pagi...

Problem lain, Jonathan nggak mau minum ASI. Kalo minum sedikit, langsung muntah. Padahal, dia butuh cairan di dalam tubuhnya supaya suhu badannya bisa turun. Nah, ini yang harus diperhatikan baik-baik:

Kalo anak kita sakit demam, jaga supaya dia tidak kekurangan cairan tubuh.
Teorinya (kalo gak salah): Untuk mengurangi suhu badan, tubuh mengeluarkan cairan, baik dari kencing atau dari BAB. Nah, karena cairan tubuh sudah dikeluarkan, harus diberikan cairan penggantinya. Kalau tubuh tidak mendapatkan cairan pengganti, tubuh akan menaikkan suhu badan supaya menjadi haus. Dan begitu seterusnya. Kalau kekurangan cairan secara berlebihan, tubuh bisa jadi shock.
Jadi, selalu usahakan agar anak tidak kekurangan cairan tubuh.

Ternyata, faktor pencetus demam buat Jonathan itu selain batuk dan pilek juga karena dia mau tumbuh gigi. Sekarang gigi Jonathan ada dua, di bagian depan bawah. Lucu deh, dia maunya gigit-gigit tangan dan mainan karena gusinya gatal.

A+

Cacar Air

Istriku tercinta sudah satu minggu menderita cacar air. Awalnya sih kita kira hanya alergi biasa, karena pada hari Minggunya kita habis makan-makan dengan Kiki & Desi sekeluarga, Mami, Utu dan Marsha di ayam Suharti.

Tapi ternyata... waktu sampai di Sekolah hari Senin, teman-teman Lia bilang kalo dia kena cacar air. Walah!!!!
Kita langsung ke dokter, dan ternyata memang benar, dia kejangkitan.

Untungnya, aku sudah pernah kena waktu kuliah dulu. Jadi, cuek bebek aja!!! Yang ketakutan malah Siti, karena dia belum pernah kena. Gila, dia minum CDR sampai 3 butir sekali minum.... biar nggak kejangkitan, katanya.

Trus, bagaimana dengan Jonathan? Lha, ini dia... Jonathan sampai saat ini baik-baik saja. Memang sih tidurnya sekarang terpisah, tidak bareng dengan Lia, tapi dengan Suster di kamar atas. Maunya sih Jonathan kejangkitan juga, supaya sekalian. Tapi ya itu, dia nggak sakit-sakit (belum, mungkin). Katanya sih masa inkubasi cacar air itu 12-16 hari. Jadi, kalo Jonathan kejangkitan, mungkin baru minggu depan kelihatan sakitnya.

Back to Lia. Waduh, awal sakitnya kasihan benar deh. Langsung bentol-bentol di muka dan di seluruh badan. Tapi karena cepat ketahuan dan cepat dibawa ke dokter, cacar airnya tidak terlalu banyak. Yang berat hanya di muka dan di badan depan. Syukurlah sekarang sudah mulai kering.

Lia juga sudah berani dekat-dekat sama Jonathan. Hari pertama, lihat Jonathan dari void bawah ke ruang atas, hari ketiga lihat dari tangga, hari kelima lihat dari pintu kamar. Tadi pagi, udah gendong si Jonathan. Gak tahan dia pisah sama anaknya!

Well, semoga istriku cepat sembuh, supaya bisa kerja dan beraktivitas lagi.

A+

Thursday, February 01, 2007

Words of Wisdom for today

There is no finer investment for any community than putting milk into babies.
-Sir Winston Churchill


Woman was created from the rib of a man
not from his head to be above him,
nor from his feet to be walked upon,
but from his side to be equal,
near his arm to be protected,
and close to his heart to be loved.

-Dale S. Hadley


Mortar and bricks can make up a house, but children's laughter makes a home.
-Irish proverb